Jalan Raya Thamrin-Sudirman
Disepanjang jalan Sudirman merupakan tempat pusat olah raga senayan berada, area olah raga ini dibangun oleh presiden Indonesia pertama, Soekarno, tahun 1962 untuk menyelenggarakan Ganefo ( pertandingan New Emergging Force) dan alasan dibagunya jalan Sudirman-Thamrin. Disini juga terletak Jakarta Convetion Center, tempat konvensi dan pemeran Internasional.
Merdeka Square
Di sekeliling Monumen saat ini adalah taman dengan air mancur bermusik, dinikmati oleh penduduk Jakarta pada hari minggu untuk berolahraga dan rekreasi. Rusa berkeliaran di sepanjang pepohonan rindang di dalam taman.
Merdeka Square adalah pusat bangunan-bangunan paling penting pemerintahan. Selama zaman kolonial belAnda tempat ini adalah pusat pemerintahan, dikenal dengan Koningsplein atau King’s Square. Bagian Utara didominasi oleh Istana Merdeka yang dahulunya merupakan rumah Gubernur Gendral BelAnda, yang sekarang juga merupakan kantor Kepresidenan dan Kabinet. Ke arah selatan adalah kantor wakil Presiden, gedung Gubernur Jakarta dan Parlemen keprovinsian, dan juga kedutaan besar Amerika, sedangakan di bagian Timur adalah Museum Nasional, Makamah Agung, Departemen Pariwisata dan Budaya dan kantor Indosat, perusahaan telekomunikasi internasional pertama Indonesia.
Lapangan Banteng
Diatas jalan Merdeka Square terletak bangunan utama kolonial BelAnda dibangun dalam gaya neoklasik pada abad ke-19, yang mencakup bangunan sekitar Lapangan Banteng, atau Banteng Square, yang saat ini merupakan Departemen Keuangan, Katedral Katolik neo-gothic yang bersebelahan dengan sekolah khusus wanita Sancta Ursula, dan ke bawah jalan terdapat Kementerian Luar Negeri dan gereja Protestan Imanuel yang menghadap stasiun utama Jakarta Gambir.
Di seberang jalan ke Katedral Jakarta berdiri masjid terbesar Jakarta, Masjid Istiqlal. Di dekatnya adalah Concert Hall dan gedung perbelanjaan dengan gaya kolonial disebut Pasar Baru, dahulu menjadi tempat yang paling dipilih oleh para elite BelAnda. Pada abad ke 18, BelAnda dikenal sebagai "Ratu Timur".
Batavia Lama
Lebih jauh ke bawah adalah pelabuhan tua bernama Sunda Kelapa, di masa jayanya merupakan pelabuhan berkembang untuk perdagangan Timur seperti cengkeh, pala dan lada, cendana, sutra dan banyak lagi. Anda masih bisa mengagumi kapal layar megah Bugis Phinisi yang masih berjangkar dimana orang-orang masih membawa muatanan mereka keseluruh kepulauan. Batavia Marina baru telah dibangun dekat pelabuhan ini. Tidak jauh berdiri Gudang tua dimana saat ini berdiri Museum Maritim.
Saat ini, lokasi lama kota Batavia merupakan distrik bisnis orang-orang cina, tapi sebagian besar tempat ini dimodernkan dengan pusat-pusat perbelanjaan dan hotel-hotel.
Gedung Perwakilan Rakyat
Daerah penting lainnya di Jakarta Pusat adalah Jalan Gatot Subroto, di mana berdiri gedung Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, dan Jalan Rasuna Said, lokasi sejumlah Kedutaan Asing.
Gedung Perwakilan Rakyat
Daerah penting lainnya di Jakarta Pusat adalah Jalan Gatot Subroto, di mana berdiri gedung Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, dan Jalan Rasuna Said, lokasi sejumlah Kedutaan Asing.
Di Square Mega Kuningan terletak kantor bisnis dan keuangan, sejumlah Kedutaan Besar, dan hotel mewah Marriott Hotel dan Ritz Carlton. Sementara di seberang jalan adalah Ambassador mall yang sering dikunjungi oleh staf kantor yang berlokasi di Mega Kuningan. Di jalan Casablanca dalam kota kuningan yang masih dalam pembangunan akan bersaing dalam desain, kenyamanan dan kemewahan dengan kota-kota seperti Singapura dan Kuala Lumpur.
Saat ini Jakarta terus berkembang kesegala arah dan kota mertopolis ini terdiri dari kelompok-kelompok pribadi yang terhubung di erea pemukiman, pusat rekresi dan belanja, jadi sangat penting untuk dicatat di area mana seseorang berada.
Saat ini Jakarta terus berkembang kesegala arah dan kota mertopolis ini terdiri dari kelompok-kelompok pribadi yang terhubung di erea pemukiman, pusat rekresi dan belanja, jadi sangat penting untuk dicatat di area mana seseorang berada.
0 komentar:
Posting Komentar